sang nila utamasebuah sekolah
kelahirannya dibidani harapan
harapan leluhur untuk mendaki dan maju
berlaung dibayu beralun lagu - ayuh! jihad menimba ilmu
bertekad membuah insan ampuh ilmu
lalu dibubur candil dicukur rambut
nama dipahat diatas sudut
sang nila utama dilaung sambut
beriring cogankata - berusaha supaya berjaya
sembilan belas enam puluh satu
sang nila utama
dikau lahir ke persada pendidikan
tahun ketahun dikau menjirus ilmu kepada kita
- dari kampung, dari hulu, dari hujung tanjung
menerus menimba ilmu agar cekal mengejar impian
- kita boleh bertaraf global
tahun ketahun - sang nila utama
harapan jelata kian menggunung
tetapi beliung peredaran menghakis harapan
harapan diterjah, diterajang realiti kehidupan
kemampuan bahasa diragukan
anak-anak tidak lagi dititipkan
ke aliran bahasa ibunda
kegusaran keatas kemampuan
untuk bertarung di arena mata pencarian
sembilan belas enam delapan
sang nila utama menyalin persalinan
demi masa depan, demi kemajuan warga, demi watan
demi saling kenal - mengenal, sayang - menyayang
sang nila utama mendukung dwi aliran
namun sang nila utama digayang paradok
tiada ramai peduli dan ikhsan
menyimpan khazanah warisan
sang nila utama dari luput, dari keguguran
kekuatan usaha supaya berjaya,
kesungguhan bertekad menerus relevan
hampir pudar, lesi, ketidakkeruan
pelestarian terputus sudah
lalu harapan yang terhakis
diatas realiti yang mendobrak
mahkota sang nila utama dicampak
sirna usaha dek keraguan
dikau lusuh, luluh dan pudar - sang nila utama
diantara harapan dan kemampuan
diantara realiti kehidupan
diantara idealisme dan niat
pada tika kau remang remaja
pada tika usia seghairah darah muda
pada sembilan belas lapan tujuh
tika itu kau dipinggir tirai melabuh
apakah ada yang curiga
andaipun hanya pada nama - sang nila utama
gerunkah dentuman guruhnya
pada gelombang suara cuma
khuatirkah akan sinarnya
kendatipun lusuh halilintarnya
mengancamkah sorak sorainya
walaupun tidak menggugurkan pelepah kelapa
disebelah pusara
sang nila utama terbujur sudah
sisa-sisa peninggalanmu yang ada
kewujudannya pun kian memamah masa, dimamah usia
sang nila utama
ada apa
apa yang ada
cerita apa ada
sebuah sekolah
ada nama
ada nostalgia
adakah lagi impian
pada generasi kini dan masa hadapan
menjulang mahkota sang nila utama
yang tenggelam yang kusam
agar menobat menapirikan sang nila utama
yang kini pucat lengit
agar se gah, sewajar - kita orang singapura
yang mentuankan, melestarikan, menjunjung duli raffles
dan pada tuan dan puan
melayunya yang baru
iltizamnya lebih padu
dan khusus pada sekalian watan
penjunjung - kita orang singapura
adakah tinggan rasa
adakah harapan
adakah jawapan
dimanakah pengertian ?
:: ismail sarkawi - November 2006 ::